Kalung menjadi bagian dari perhiasan yang digunakan manusia ternyata sudah ada sejak masa pra sejarah, semenjak manusia memulai peradabannya perhiasan sudah masuk dalam kehidupan manusia lewat budaya yang mereka kembangkan. Perhiasan dalam peradaban manusia bukan saja sebagai alat mempercantik diri namun juga sebagai alat untuk menunjukan strata/tingkat sosial seseorang dalam masyarakatnya. Sejarah perhiasan, diperkirakan sudah ada sejak 40.000 tahun sebelum masehi, atau tepatnya saat jaman batu dengan ditemukannya artefak budaya pada jaman itu, dimulai dengan kalung dan perhiasan yang terbuat dari batu coral, kayu,hingga bagian tubuh hewan seperti bulu, tulang, gigi dan kuku.
kalung jaman batu, ilustrasi: www.orori.com
Seiring perkembangan peradaban manusia, bahan dan model kalung turut bekembang. Bahan yang yang digunakan dapat berupa olahan kaca, batu mulia, mutiara, logam mulia seperti emas, perak, platinum dan tembaga, bahkan ada yang terbuat dari kain dan plastik.
Seperti disinggung diatas, perhiasan diciptakan salah satunya sebagai penanda status sosial seseorang dalam masyarakat, seseorang menunjukkan tingkat sosial dengan perhiasan apa yang mereka gunakan. Banyak perhiasan yang terbuat dari material mahal seperti emas, dan batu permata dipilih untuk menambah kualitas perhiasan dan keindahannya membuat si pemakai merasa istimewa. di Indonesia, banyak masyarakat lebih banyak menggunakan perhiasan dari emas untuk memperlihatkan status sosialnya, semakin besar ukuran perhiasannya semakin tinggi derajatnya (apa iya...hehehe), bahkan ada yang menggunakan gigi dari emas loh..(hehehe). bahan yang digunakan oleh masyarakat Indonesia banyak terbuat dari emas,karena bahan ini telah digunakan sejak jaman kerajaan sebagai logam mulia dan penanda status sosial pada saman itu dan digunakan hingga sekarang, tetapi dibeberapa daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing, seperti perhiasan yang dipadukan berbagai macam batu mulia yang banyak terdapat di daerahnya masing-masing.
kalung swarovski, ilustrasi: http://hot.detik.com
kalung jaman renaisance, ilustraasi:www.etsy.com
KALUNG BAGIAN DARI ADAT ISTIADAT NUSANTARA
Seperti disinggung diatas, perhiasan menjadi sesuatu yang wajib ada dalam pola berpenampiolan seseorang, hal ini tidak mengherankan jika perhiasan menjadi ciri kebudayaan masyarakat tertentu, temasuk di Indonesia, dari sabang sampai merauke, dari miangas sampai pulau rote memiliki ciri khas kebudayaan yang dapat dilihat dari bentuk perhiasannya.
kalung aceh kuno, ilustrasi: baranom.wordpress.com
kalung adat karo-sumatera utara, ilustrasi:www.indonesiakaya.com
KALUNG SEBAGAI PELENGKAP ESTETIKA
Sebagian besar wanita didunia (beberapa juga kaum pria) saat ini menempatkan perhiasan sebagai estetika berpenampilan, di sini perhiasan diposisikan bukan saja sebagai sesuatu yang menunjukan status sosial seseorang tetapi lebih umum lagi, sebagai bagian dari pola berpenampilan seseorang, dan biasanya bahan baku perhiasan sudah bermacam-macam, sudah tidak mengutamakan dari bahan yang mahal atau sulit didapat, tetapi lebih pada model dan bentuk perhiasan. Pada perhiasan kalung, saat ini lebih mengutamakan bentuk dan model yang dapat dipadankan dengan rasa berbusana seseorang (yang penting cocok dikenakan) bahannya pun menjadi simpel, ada yang terbuat dari kain, olahan kaca, hingga plastik.
kalung etnik berbahan batu alam
Nah, demikian ulasan pada hari ini, kaum wanita rasanya ada yang kurang kalau tidak menggunakan perhiasan, terutama kaluang,cincin atau gelang,,,, semoga bermanfaat :D
follow twitter @oktacolection
follow instagram @oktacolection
follow twitter @oktacolection
follow instagram @oktacolection





